Sabtu, 11 Agustus 2012
Rabu, 08 Agustus 2012
Tidak bisa tidur walau mata ngantuk
Malam kamis tepatnya tanggal 9 Agustus 2012 sampai dengan jam 02.30 WIB ketika saya menulis tulisan ini saya tidak bisa tidur walau mata terasa ngantuk. Ditemani pertandingan Barca melawan MU (skor 0-0) malam semakin dingin kurasakan, dengan sesekali terdengar suara tangisan anak gadisku Ara yang cantik jelita.
Sebenarnya bukan malam ini saja aku tidak dapat tidur, sudah 3-4 malam sebelumnya sulit sekali memejamkan mata. Sudah 4 kali aku terlambat absen dikantor akibat sering bangun siang. Mungkin apakah karena bulan puasa atau sebab lain aku gk bisa tidur. Atau karena saat ini semangatku tertuju pada urusan pekerjaan selain kerjaan dikantor. Ya...akhir akhir ini pikiran ku terganggu oleh keinginan untuk membuka usaha untuk menambah income tambahan selain pekerjaanku sehari hari di bea cukai.
Laptop Toshiba yang aku cicil selama setahun menjadi sahabat setia disaat aku tidak bisa tidur. Klatak,klutik enter suara yang terdengar saat ini disamping suara deru mesin AC dikamar tempat istri dan anakku tidur pulas bak ditiup angin sepoi sepoi. Hitung hitung nunggu sahur semakin membuat aku tidak bisa tidur, padalah tadi siang aku juga tidak sempat tidur karena ditelepon pak pahalah untuk segera ke kantor karena KI pusat memanggil aku untuk diminta keterangan sehubungan dengan laporan/aduan dari masyarakat.
Menjadi pengalaman pertama aku tadi siang ketika diperiksa sebagai saksi oleh KI (Kepatuhan Internal) dari pusat. Awalya suasanaya tegang dan sedikit kaku ketika pertama kali muncul pertanyaan " apakah kamu biasa ngurusin orderan dikantor". Seketika itu juga aku terkejut dan sedikit susah menjawab dan yang keluar dari mulut aku hanya kata " tidak pak". Terus saya ditanya seandainya ada yang mengatakan seperti itu, lantas saya jawab " perlu dibuktikan dulu". Tapi Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan akhirnya suasananya menjadi cair.
Dan menjadi hikmah dibalik kejadian tadi siang aku ambil kesimpulan bahwa saatnya sekaranglah harus ada usaha sampingan untuk menopang kebutuhan operasional keluarga selain gaji dikantor. Mengingat saat ini tips tips (uang masuk) dari kantor trendnya semakin berkurang dan akhirnya tidak ada (semoga). Secara pribadi siap atau tidak siap, mau atau tidak mau saya harus melepaskan ketergantungan untuk mendapatkan nilai lebih selain gaji dikantor tempat aku bekerja.
Sekian dulu yang dapat saya tuliskan, berhubung nyamuk semakin banyak dan perut terasa lapar.
Pontianak 09 Agustus 2012
Langganan:
Postingan (Atom)